Tips Membuat Anak Balita Tidur Nyenyak

bayi tidur

Tidur merupakan aktivitas istirahat yang sangat baik bagi balita. Bahkan ada yang mengatakan, kalau Anda ingin si kecil cerdas, justru dukunglah dia untuk mendapatkan tidur nyenyak/lelap dan cukup.

Proses regenerasi dan perkembangan sel otak secara maksimal justru terjadi saat si kecil tidur. Selama dia tertidur, tubuhnya akan secara aktif memberikan rangsangan kepada otak (rangsang internal) untuk berkembang dan menjadi matang.

Menurut Prof Fritz AJ Muskiet dari Laboratory Center University Medical Goreningen, Belanda, anak-anak butuh istirahat yang cukup, dan hal itu sama pentingnya dengan kegiatan stimulatif (rangsang eksternal) saat ia terjaga.

Ciptakan Suasana Tidur Nyaman

anak tidur

Bayi yang baru lahir membutuhkan tidur sekitar 16-18 jam sehari. Selama masa balita, seorang anak rata-rata menghabiskan 10.000 jam untuk tidur dan hanya 7.500 jam yang digunakan untuk berktivitas. Meskipun secara alami tubuh anak biasanya akan memberikan ‘tanda’ akan kebutuhan tidurnya, namun demikian tak jarang proses dan kualitas tidur si kecil justru terhambat dan menghadapi beberapa tantangan, seperti nutrisi yang kurang, lingkungan yang bising dan seterusnya. Di sini justru orang tua harus memahami bila anak justru terl8ihat kurang tidur.

Memberi ASI atau Susu Yang Tepat

Selain memberikan suasana tidur yang nyaman, orang tua juga perlu memberikan susu yang mengandung asam amino tirosin dan triptofan yang bermanfaat untuk menunjang anak tetap segar saat terjaga, dan membuatnya lelap saat tertidur. Prof Muskiet menyatakan dalam studinya bahwa susu dengan penambahan tirosin dan triptofan akan mampu meningkatkan kualitas tidur anak.

Dalam hal ini ASI alias Air Susu Ibu menempati peringkat teratas sebagai makanan terbaik untuk tumbuh kembangnya otak si bayi. Adapun untuk balita, penambahan tirosin dan triptofan pada susu secara signifikan meningkatkan kualitas tidur bayi. Hal ini akan membuat pertumbuhan dan perkembangan otaknya berjalan secara maksimal terutama dalam masa-masa keemasan balita berkembang.

Referensi Artikel Majalah Ayahbunda September 2008

Tinggalkan Komentar Anda