Teknik Jitu Mengajari Balita Berbicara

bayi bicaraAlex, seorang bocah berumur dua tahun, adalah anak yang sangat aktif. Dia senang sekali bermain. Untuk urusan makanan, dialah jagonya. Makanan apapun dia sangat lahap. Dia bukan termasuk balita yang picky (pemilih makanan). Namun, ibu Alex masih merasa sedih karena ternyata anak pertamanya itu belum dapat berbicara sefasih teman sebayanya. Beberapa ibu di sekitar komplek perumahaan terus menyemangati ibu Alex agar tidak rendah diri.

Cerita di atas mungkin terjadi juga dekat dengan kita. Jika ada teman atau tetangga yang mengalami pengalaman sama dengan ibu Alex, Anda perlu merekomendasikan beberapa tehnik berikut

Ajak si kecil ngobrol

Meskipun si kecil belum memiliki perbendaharaan kata sebanyak teman sebayanya, dia mampu memahami apa yang kita ucapkan. Coba Anda ajak si kecil ngobrol dengan bertanya, mendeskripsikan, atau bercerita tentang sesuatu. Jangan lupa untuk mengucapkan kata dengan semestinya. Misalnya, kata ‘perut’ diucapkan ‘perut’ bukan ‘peyut’. Member contoh si kecil ucapan kata yang tidak tepat bukanlah cara mengajarkan bahasa.

Ajak si kecil membaca

Buku bantal atau buku anak-anak yang berisi dongeng bisa dijadikan alat membantu si kecil lebih pandai berbicara. Satu cerita dapat dibaca berulang kali. Jika ada kata yang dirasa asing bagi si kecil, coba ulangi sambil menunjuk kata tersebut. Lama-kelamaan si kecil akan mampu mengucapkan kata.

Ajak si kecil bernyanyi

Lagu dengan irama anak-anak memang sangat menghibur. Selain liriknya yang sederhana, pengulangannya mampu membantu si kecil berbicara. Contoh saja lagu Balonku Ada Lima, Kebunku, atau Cicak-cicak di Dinding. Dengan ditambah gerakan tangan seperti tepuk tangan, si kecil akan lebih tertarik lagi.

Ajak si kecil bermain dengan teman sebaya

Teknik terakhir adalah dengan memperbanyak kesempatan si kecil untuk bermain dengan teman sebaya atau bahkan yang lebih tua satu hingga dua tahun. Anak-anak yang sering bermain bersama, mereka akan saling bertukar kata ketika mereka berbicara. Hal ini terbukti mampu menambah kosa kata si kecil.

Tiap anak memang memiliki tahap perkembangan masing-masing. Tak perlulah membandingkan mereka. Semoga teknik di atas memberi semangat baru bagi orang tua dengan balita yang lambat berbicara.

Tinggalkan Komentar Anda