Tanpa Kafein Tubuh Tetap Bisa Fokus

kopi kaffein

Apa Anda merasa pecandu kafein (caffeine addict)? Anda harus meminum bercangkir-cangkir kopi untuk membuat Anda fokus? Jika jawaban Anda iya, maka Anda perlu berpikir ulang setelah membaca ulasan berikut ini.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan seorang ahli neurologis Amerika, adanya kafein dalam tubuh memang memberi dampak luar biasa terhadap kewaspadaan. Kafein tersebut memberi stimulus pada otak agar lebih fokus dari biasanya. Hal ini pun bisa dibuktikan dengan foto rontgen. Tapi setelah mengadakan eksperimen kepada dua orang pecandu kafein, ahli saraf tersebut mendapat kesimpulan baru.

Singkat cerita, sang ahli neurologis memberi perlakuan berbeda pada dua orang sampel yang berprofesi sama. Mereka berdua adalah sama-sama pecandu kafein. Tanpa sepengetahuan mereka, satu orang diberi kopi dekafein (tanpa kafein) sedang yang lain tetap diberi kopi dengan kafein. Setelah satu minggu pengamatan, hasil yang diperoleh adalah kedua sampel tersebut tetap bisa melakukan pekerjaan mereka dengan baik dan fokus meski salah satu telah diperlakukan khusus dengan kopi dekafein.

Menurut teori, kafein dalam tubuh akan bersih hampir sempurna jika pecandu kafein tidak mengkonsumsi zat tersebut selama satu minggu. Hal ini sesuai dengan eksperimen yang dilakukan oleh ahli neurologis tersebut.

Logikanya, jika kafein bersih dari tubuh berarti sang pecandu kafein akan mengalami degradasi kewaspadaan dan kurang fokus terhadap sesuatu. Namun hasil dari eksperimen mengatakan lain. Baik ada atau tidak ada kafein, tubuh masih mampu untuk tetap fokus dan waspada.

Nah, sekarang apakah Anda masih berpendapat bahwa Anda lebih gesit dengan secangkir kafein di pagi buta?

Tinggalkan Komentar Anda