Pentingnya Pendidikan dalam Keluarga

pendidikan keluarga

Keluarga merupakan sebuah lingkungan pertama di mana sebuah ajaran dan pandangan tentang kehidupan diajrakan, disosialisasikan dan ditanamkan. Kelurga juga merupakan suatu wadah yang mana suatu nilai di proses dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.  Hal ini berlaku bagi masyarakat mana saja dan golongan sosial apapun.

Suatu gagasan yang memiliki kekuatan untuk ditransformasikan pada masyarakat juga berawal dari organisasi kecil yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak ini. Oleh karena itu kita bisa melihat betapa pentingnya suatu keluarga dalam membentuk nilai-nilai yang beredar dalam masyarakat. Suatu contoh, nilai-nilai yang dikenal sebagai budaya Jepang, Amerika Serikat atau negara-negara di benua Eropa adalah nilai-nilai yang berkembang dari keluarga-keluarga yang ada di sana. Demikian pula dengan nilai-nilai yang ada di negara Indonesia.

Gagasan modernisasi yang disebut tumbuh dan besar di nagara-negara Barat juga dilahirkan dari nilai-nilai yang disebarkan oleh keluarga-keluarga yang ada di negara Barat itu. Tanpa adanya dukungan penyebaran, sosialisasi serta internalisasi nilai yang dilakukan oleh organisasi keluarga maka niscaya suatu karakter bangsa (nation building) tidak akan terbentuk sedemikian rupa.

Dengan alasan-alasan yang disebutkan di atas, maka terlihat bahwa faktor yang paling mendominasi dalam transformasi suatu sistem sosial diawali dari sikap yang ditenamkan oleh suatu generasi kepada generasi lain mulai dari organisasi yang paling dasar yakni organisasi keluarga. Akibatnya, kegagalan dalam proses penanaman pendidikan moral dalam keluarga akan berimbas pada gagalnya penanaman moralitas bangsa secara menyeluruh.

Pendidikan merupakan faktor penentu dalam menentukan dan mewarnai ke mana arah suatu generasi ditentukan. Tanpa adanya pendidikan yang cukup dan transformasi ilmu pengetahuan yang signifikan maka proses penanaman moral dan etika suatu generasi dipastikan akan mengalami hambatan yang cukup serius dari organisasi basis ini.

Dalam hal ini pendidikan berkaitan dengan moral dan etika. Meskipun tidak semua jenis pendidikan formal maupun non formal bisa disejajarkan dengan penanaman nilai dan etika, namun setidaknya penegakan moralitas dan rasa kemanusiaan bisa diberangkatkan dari sana. Melalui sistem dan proses pendidikan moral yang baik, diharapkan tercipta generasi yang memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi pula.

Setiap pihak memiliki peran yang “sama” sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Seorang Ayah bisa menasihati anaknya, demikian pula sebaliknya si Ayah tak boleh merasa diremehkan ketika diberi masukan oleh anaknya. Nilai ini disebut sebagai berdemokrasi dalam keluarga. Demokrasi yang dalam wilayah politik ditujukan untuk keseimbangan peran, maka dalam keluarga lebih dahulu ditanamkan kepada masing-masing individu.

Berbagai macam jenis pendidikan moral memiliki manfaat dan fungsi yang sama, yakni menciptakan keseimbangan peran sosial ketika mereka berhadapa dengan masyarakat yang lebih luas. Lebih jauh lagi, berbgaai macam pendidikan yang akan diuraikan di bawah ini berkaitan satu sama lain untuk mewujudkan suatu generasi bertanggungjawab baik secara individu maupun secara sosial dalam kehidupan masyarakat lebih luas.

Tinggalkan Komentar Anda