<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mengendalikan Rasa Marah dalam Menghadapi Anak</title>
	<atom:link href="http://www.nggak.com/ngeblog/mengendalikan-rasa-marah-dalam-menghadapi-anak.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nggak.com/ngeblog/mengendalikan-rasa-marah-dalam-menghadapi-anak.html</link>
	<description>Blog Nggak Terlalu Penting Banget</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Oct 2011 05:30:49 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0-beta1</generator>
	<item>
		<title>By: Jadikan Kesalahan Sebagai Inspirasi Untuk Belajar</title>
		<link>http://www.nggak.com/ngeblog/mengendalikan-rasa-marah-dalam-menghadapi-anak.html#comment-109</link>
		<dc:creator>Jadikan Kesalahan Sebagai Inspirasi Untuk Belajar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 12:37:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.nggak.com/?p=194#comment-109</guid>
		<description>[...] tempat salah dan dosa. Setiap orang past melakukan kesalahan. Yang terpenting adalah bagaimana memperbaiki kesalahan jika sudah terjadi. Beberapa kesalahan seringkali lebih signifikan dibandingkan lainnya dan lebih [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] tempat salah dan dosa. Setiap orang past melakukan kesalahan. Yang terpenting adalah bagaimana memperbaiki kesalahan jika sudah terjadi. Beberapa kesalahan seringkali lebih signifikan dibandingkan lainnya dan lebih [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Menghentikan Kebiasaan Anak Menghisap Jempol</title>
		<link>http://www.nggak.com/ngeblog/mengendalikan-rasa-marah-dalam-menghadapi-anak.html#comment-107</link>
		<dc:creator>Menghentikan Kebiasaan Anak Menghisap Jempol</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jul 2010 12:26:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.nggak.com/?p=194#comment-107</guid>
		<description>[...] Anak-anak yang menghisap jempolnya cenderung lebih tenang. Mereka dapat dibiarkan tenang dalam jangka waktu lama bila sudah menyedot jempol. Namun demikian ketika sudah besar kebiasaan tersebut terus terbawa. Untuk dapat tidur, anak-anak perlu menyedot jempolnya dulu. Ketika bangun di tengah malam, pertama kali yang dia lakukan adalah menghisap jempolnya. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Anak-anak yang menghisap jempolnya cenderung lebih tenang. Mereka dapat dibiarkan tenang dalam jangka waktu lama bila sudah menyedot jempol. Namun demikian ketika sudah besar kebiasaan tersebut terus terbawa. Untuk dapat tidur, anak-anak perlu menyedot jempolnya dulu. Ketika bangun di tengah malam, pertama kali yang dia lakukan adalah menghisap jempolnya. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

