Anak-anak yang menghisap jempolnya cenderung lebih tenang. Mereka dapat dibiarkan tenang dalam jangka waktu lama bila sudah menyedot jempol. Namun demikian ketika sudah besar kebiasaan tersebut terus terbawa. Untuk dapat tidur, anak-anak perlu menyedot jempolnya dulu. Ketika bangun di tengah malam, pertama kali yang dia lakukan adalah menghisap jempolnya.
Ketika masih kecil, anak yang menyedot jempolnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun demikian ketika mereka tumbuh semakin besar maka anak-anak tersebut perlu mendapatkan perhatian. Apalagi jika gigi permanen sudah mulai tumbuh sekitar enam tahun. Para ahli mengatakan bahwa anak-anak yang sering menyedot jempolnya lama kelamaan akan membuat giginya menjadi rusak. Anak-anak yang istirahat sambil menyedot jempol akan menjadi anak yang pasif.
Untuk menghentikan kebiasaan anak menyedot jempol anda tidak harus menghukum mereka. Menghukum anak karena menyedot jempol tidak akan banyak membantu. Mengurangi kebiasaan anak menyedot jempol dengan menggantinya dengan benda elastis lainnya juga tidak efektif karena ini sekedar mengalihkan masalah.
Anak-anak berhenti menyedot jempolnya ketika mereka mempunyai sesuatu yang menarik atau ada sesuatu yang menarik perhatian mereka. Carilah kesempatan tersebut. Jika sudah diketahui buatlah kesempatan tersebut sering terjadi. Tawarkan kepada mereka alternatif yang membuat mereka nyaman seperti mainan sehingga mereka lupa untuk menyedot jempol.
Hal yang terpenting adalah perhatikan anak-anak anda dengan baik. Ingatlah kapan mereka kemungkinan menyedot jempolnya danĀ berilah alternatif terhadap apa yang anda anggap mampu mengalihkan anak dari menyedot jempol. Ketika mereka sering menyedot jempol ketika menonton televisi, alihkan perhatian mereka sehingga membuat dia tidak menyedot jempol lagi

Komentar Terbaru