Abraham Lincoln

abraham lincolnMungkin kita pernah berpikir bahwa seluruh presiden Amerika Serikat benar-benar orang besar, di mana dalam menangani tanggung jawab besar kepresidenan membutuhkan kemampuan individual khusus. Satu hal besar dan unik tentang sistem pemerintah di Amerika Serikat adalah konsep kepemimpinan dan konsep warga negara.

Ide ini adalah orang biasa bisa yang naik menjadi presiden untuk sesaat dan kemudian kembali ke kehidupan biasa.

Tetapi orang pintar yang harus bertanggung jawab untuk kantor kepresidenan membutuhkan kepemimpinan dan gagasan besar di sebuah negara yang terus berubah.

Salah satunya adalah Abraham Lincoln.

Kepemimpinan Lincoln, komitmennya terhadap nilai dan moral kuat memungkinkan dirinya menemukan jalan menyelesaikan perang dan memulai proses penyembuhan sehingga Amerika Serikat kembali bersatu.

Pengabdian Lincoln mulai tahun 1860an sampai dengan kematiannya merupakan tanggung jawab besar dan menantang.

Satu gaya kepemimpinan Lincoln yang sangat penting bagi kepemimpinan kepresidenannya adalah penunjukan figur nasional berbakat dari partai politik berseberangan untuk menjadi bagian dari kabinetnya.

Lincoln merasa perlu mempunyai penasihat dekat dari sudut pandang berlawanan sehingga dapat melihat masalah dari dua sisi.

Tetapi ini bukan gagasan terbesar atau paling diingat orang dalam sejarah. Oposisi yang tegas dan tak berubah terhadap perbudakan adalah kontribusi terbesarnya dalam sejarah Amerika dan sesungguhnya juga dalam sejarah dunia. Ketika dia mau menempatkan segala sesuatu secara sejajar, Lincoln menentang opini populer pada saat itu terhadap perbudakan.

Hasil akhir kepemimpinan Lincoln adalah apa yang diinginkan sebagai warisannya. Dengan menerbitkan Proklamasi Emansipasi untuk mengakhiri perbudakan secara permanen, Lincoln menindaklanjuti dengan amandemen 13, 14 dan 15 yang menjadi kebebasan bagi seluruh warga negara.

Tinggalkan Komentar Anda